Sunday, June 24, 2018
Home > MY JOURNEY > KUALA TERENGGANU, Wilayah Terkaya di Malaysia

KUALA TERENGGANU, Wilayah Terkaya di Malaysia

Setelah sebelumnya kita membahas tentang eksotisme Tasik Kenyir, kini kita menyinggahi kota yang berada di wilayah pantai timur Malaysia lainnya, Kuala Terengganu. Mungkin belum banyak pelancong yang tahu tentang Kuala Terengganu. Padahal, sejarah kedigdayaan minyak di Malaysia berasal dari negeri ini. Kuala Terengganu sendiri berjarak sekitar dua jam menggunakan pesawat udara dari ibukota Malaysia, Kuala Lumpur.

Setelah mengunjungi Tasik Kenyir, kami bergeser mundur ke kota yang sebelumnya kami lewati yaitu Kuala Terengganu. Perjalanan dimulai di Museum Negeri Terengganu, tempat dimana sejarah serta kekayaan budaya Kuala Terengganu tercatat. Kompleks Museum ini adalah yang terbesar di Asia Tenggara loh. Di tempat seluas 27 hektar ini terdapat empat buah blok utama, museum maritime serta lima buah rumah adat tradisional. Museum yang diresmikan pada 20 April 1966 oleh almarhum Sultan Mahmud Al-Muktafi Bilah-Shah ini, menyimpan banyak cerita sejarah yang sangat menarik.

Batu Bersurat yang menjadi awal munculnya Islam di Kuala Terengganu
Batu Bersurat yang menjadi awal munculnya Islam di Kuala Terengganu

Batu bersurat, adalah salah satu pojok yang sangat ingin saya lihat. Sebuah batu yang menjadi catatan sejarah penting di Kuala Terengganu. Apa sih batu bersurat itu? Batu Bersurat adalah sebuah batu yang berisikan ayat suci Al Qur’an dengan ukiran yang paling tua dan tulisan Jawi pertama yang ditemui di Malaysia, tepatnya di Kuala Terengganu. Batu ini diperkirakan telah berusia lebih dari 700 tahun dan ditetapkan sebagai warisan sejarah bernilai tinggi dari UNESCO. Batu bersurat ini menjadi bukti bahwa agama Islam sudah menjadi panutan masyarakat dan pemerintah Kuala Terengganu sejak lama.

alat kukur kelapa yang digunakan masyarakat Kuala Terengganu sejak dulu
alat kukur kelapa yang digunakan masyarakat Kuala Terengganu sejak dulu

Selain Batu Bersurat banyak lagi yang bisa dinikmati di museum ini, salah satunya cerita tentang nabi-nabi umat Islam yang tersaji cukup lengkap. Senjata tradisional, Al Qur’an tulisan tangan, pakaian adat sampai peralatan-peralatan dapur yang banyak digunakan para pendahulu. Mengelilingi museum ini, waktu yang berjalan seakan tak terasa. Tidak hanya keindahan setiap benda-benda bersejarahnya, akan tetapi beberapa bentuk dan ukiran yang ada di museum membuat para pengunjungnya tak berpikir panjang untuk mengambil foto. Termasuk saya juga yang ingin berfoto di depan pintu masuk museum yang terlihat sangat megah itu.

salah satu benda bersejarah di museum negeri kuala terengganu
salah satu benda bersejarah di museum negeri kuala terengganu

Setelah hari semakin gelap, rombongan kami melepas lelah di Ri-Yaz Heritage Resort and Spa. Sungguh tempat ini sangat istimewa, setiap kamarnya di desain dengan gaya modern minimalis namun sangat terasa kemewahannya. Saya sangat menyarankan untuk menginap di resort ini apabila para pelancong berkunjung ke Kuala Terengganu. Salah satu keindahan yang saya nikmati adalah, ketika sarapan pagi, ruang makan yang menghadap ke pelabuhan dimana kapal-kapal bersandar sambil memandang matahari terbit adalah suasana yang sangat romantis, apalagi kalau ada pasangan di sebelah kita, hmmm…

salah satu tempat berkumpul masyarakat yang dijadikan replika di museum negeri kuala terengganu
salah satu tempat berkumpul masyarakat yang dijadikan replika di museum negeri kuala terengganu

Kembali melanjutkan perjalanan, kami berkunjung ke Islamic Civilization Park atau dikenal dengan Taman Tamadun Islam. Di tempat ini ada sekitar 22 mesjid dari seluruh dunia yang dibuat miniaturnya. Bahkan mesjid Sunan Kudus yang ada di Jawa juga bisa kita lihat di sini. Wah, sungguh saya sangat terkesima dengan miniatur- miniatur mesjid dari seluruh dunia ini, tak perlu berkeliling dunia untuk melihat kemegahan mesjid-mesjid ternama yang selama ini hanya terlihat di tayangan televisi. Untuk mengelilingi miniatur mesjid ini, kami menggunakan kendaraan mini yang mengangkut sekitar 20 orang. Mirip odong-odong di Medan lah. Miniatur mesjid yang ada di Taman Tamadun Islam ini antara lain, Masjidil Haram Mekah, Mesjid Sheikh Lutfallah di Iran, Mesjid Sulaiman di Turki, Mesjid Sultan di Singapur, Taj Mahal India, sampai mesjid Agung di Iran.

Miniatur mesjid sulaiman Turki
Miniatur mesjid sulaiman Turki

miniatur mesjid Minaret of xian dari China
miniatur mesjid Minaret of xian dari China

Selain miniatur mesjid, salah satu keistimewaan di tempat ini adalah Mesjid Kristal yang terapung di tengah sungai Terenganu. Yup, mesjid ini sepenuhnya terbuat dari kaca atau Kristal yang sangat indah. Di siang hari, cahaya matahari yang menyinari mesjid menampilkan butir-butir pancaran sinar dari setiap sudutnya. Sedangkan di malam hari, mesjid ini mengeluarkan cahaya dari lampu berwarna-warni yang memberikan keindahan tersendiri. Untuk melihat mesjid ini dari dekat, kita bisa menggunakan kapal pesiar kecil yang disiapkan oleh pengelola Taman Tamadun Islam.

miniaturMesjid Abu Nasr Parsa, Balkh, Afghanistan
miniaturMesjid Abu Nasr Parsa, Balkh, Afghanistan

 

miniatur mesjid agung samarra dari Irak
miniatur mesjid agung samarra dari Irak

Oh iya, di komplek Taman Tamadun Islam ini, bukan hanya keindahan nuansa Islam yang ditawarkan. Sebuah toko souvenir yang ada di kompleks ini menawarkan berbagai macam cindera mata yang cocok untuk dibawa pulang sebagai kenangan atau oleh-oleh keluarga.

cinderamata dari Taman Tamadun Islam
cinderamata dari Taman Tamadun Islam

Bicara tentang cindera mata, kami mengelilingi beberapa tempat pembuatan cindera mata khas Kuala Terengganu. Nur Zahirah Kompleks yang terletak di Tanjung Bunut Terengganu Malaysia, merupakan yayasan Tuanku Nur Zahirah atau Permaisuri Terengganu. Komplek ini menawarkan berbagai macam kerajinan tangan berbahan songket. Kain, tas, dompet sampai boneka berbahan songket ditawarkan kepada para pelancong sebagai cindera mata khas negeri ini.

songket yang sudah dijadikan tempat perhiasan dan dompet
songket yang sudah dijadikan tempat perhiasan dan dompet

salah satu contoh kain songket di komplek Nur Zahirah
salah satu contoh kain songket di komplek Nur Zahirah

Satu lagi tempat penjualan cinderamata adalah Komplek Noor Arfa. Di tempat ini, para pelancong dapat melihat berbagai macam model pakaian yang terbuat dari batik khas Kuala Terengganu. Noor Arfa Craft Complex ini terletak di Lot 4153, Cendering Industrial Area 21080 Kuala Terengganu. Di bagian depan bawah pelancong bisa melihat bagaimana proses membatik. Beberapa peralatan membatik juga dipamerkan. Mulai dari cetakan batiknya sampai tinta pewarna. Harga pakaian dan cinderamata di kedua tempat ini juga sangat terjangkau.

komplek penjualan batik Noor Arfa
komplek penjualan batik Noor Arfa

beberapa contoh pakaian batik di komplek noor arfa
beberapa contoh pakaian batik di komplek noor arfa

Setelah beberapa hari mengunjungi Kuala Terengganu, rasanya masih kurang dan selalu ingin kembali. Para pelancong mungkin bisa menempatkan agenda liburan ke negeri di pesisir timur Malaysia ini sebagai lokasi wajib melancong. Toh Malaysia bukan hanya Kuala Lumpur kan… sampai jumpa di perjalanan berikutnya..!!! (Teks dan Foto : Fika Rahma)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *