Saturday, September 22, 2018
Home > MY JOURNEY > Tasik Kenyir, Eksotisme Pantai Timur Malaysia

Tasik Kenyir, Eksotisme Pantai Timur Malaysia

Eksotisme alam Malaysia yang sesungguhnya terletak di wilayah Pantai Timur. Salah satunya adalah Kuala Terengganu, yang menawarkan Tasik Kenyir sebagai salah satu wilayah yang wajib untuk dikunjungi.

Berawal dari undangan sebagai salah satu peserta dari sembilan negara di Asia, Dunia Melancong ikut serta dalam perjalanan yang bernama Asean East Coast Trail 2014 yang dihelat oleh Malaysia Tourism Board. Perjalanan bermula dari Medan menuju Kuala Lumpur, menggunakan maskapai penerbangan Malaysia Airlines. Penumpang dimanjakan dengan fasilitas layar kecil di setiap kursinya yang menyajikan beberapa film lawas dari Asia maupun Amerika. Misalnya Lord of The Ring, Night at Museum, Bride Wars dan Mamamia. Penerbangan selama 45 menit semakin tidak terasa.

Pelancong menggunakan kapal kecil menuju Kelah Sanctuary
Pelancong menggunakan kapal kecil menuju Kelah Sanctuary

Sebelum memasuki wilayah Pantai Timur, para peserta pelancong menghabiskan waktu beristirahat semalam di hotel The Everly di kawasan Putrajaya yang menjadi pusat pemerintahan Diraja Malaysia. Dalam acara makan malam di hari pertama ini. Timbalan Ketua Pengarah Kementrian Pelancongan dan Kebudayaan Malaysia, Chong Yoke Har mengatakan, kali ini pemerintah Malaysia sudah siap memamerkan beberapa lokasi wisata di daerah Pantai Timur. Selama ini banyak pelancong yang mencari daerah lain di Malaysia untuk dijalani.

Pantai Timur ini kiranya tak kalah menarik daerah Pantai Barat, yaitu Kuala Lumpur dan Melaka. Wisata Budaya, Sejarah dan Kemewahan masih menjadi andalan yang selalu dinanti di Malaysia. Tahun ini adalah tahunnya Visit Malaysia Year, sehingga banyak sekali event yang diadakan, baik di daerah Pantai Barat maupun Pantai Timur. Jadi sekarang ini adalah waktu yang tepat untuk datang dan menikmati keindahan Malaysia.

Pemandangan dari loby Tasik KenyirLake Resort
Pemandangan dari loby Tasik KenyirLake Resort

Penerbangan menuju Tasik Kenyir harus menggunakan penerbangan transit dalam negeri, yaitu dari Kuala Terengganu. Total perjalanan menggunakan pesawat sekitar dua jam. Setelah itu, pelancong harus melanjutkan perjalanan sekitar satu jam dengan bus untuk sampai di Tasik Kenyir.

Lantas, ada apa sih di Tasik kenyir? Mungkin inilah pertanyaan pertama yang muncul dari para pembaca. Well, Tasik Kenyir adalah sebuah daerah di salah satu Negara Bagian Malaysia, Kuala Terengganu. Salah satu primadona wisata di tempat ini adalah Danau Kenyir yang merupakan danau buatan terbesar di dunia. Panorama danau seolah menyimpan misteri tersendiri. Yap, danau kenyir benar-benar sangat besar dan tidak terlihat seperti danau buatan. Mengarungi danau ini mungkin tidak cukup satu hari. Mengingat setiap sudutnya memamerkan keindahan tersendiri. Misalnya, masih banyak batang pohon yang menjulang hingga menembus ke atas danau terlihat menawan.

Para peserta East Coast Trail 2014 menjalani rute menuju Kelah Sanctuary
Para peserta East Coast Trail 2014 menjalani rute menuju Kelah Sanctuary

Selama di Tasik Kenyir, salah satu penginapan yang bisa menjadi pilihan adalah Lake Kenyir Resort and Spa. Terletak di tepi danau, dimana setiap tamu dimanjakan dengan letak kamar yang tersendiri. Sesampainya di lobi, para tamu langsung dimanjakan dengan pemandangan dari salah satu sisi danau. Tapi jangan salah, kamar tidak berada dekat dengan lobi utama. Sebuah Bugy Car akan mengantarkan pengunjung ke kamar yang telah disediakan. Menurut saya, menginap di Lake Kenyir Resorst and Spa ini seperti berada di sebuah pedesaan mini yang sangat unik. Kamar yang disediakan seperti sebuah pondokan yang didesain dari kayu, dengan tangga kecil di depan pintu masuk. Sebuah tempat tidur besar, ruang tamu, kamar mandi dengan ukuran yang besar, serta balkon dengan berbagai pilihan pemandangan. Lengkap sudah, perfect gate away.

Boat yang berada di tengah danau menuju Kelah Sanctuary
Boat yang berada di tengah danau menuju Kelah Sanctuary

Untuk menginap di tempat ini, pelancong hanya mengeluarkan dana sebesar 540 sampai 2000 RM. Tentunya setiap kamar disediakan sesuai dengan keinginan para pelancong. Saya sempat berkenalan dengan dua pelancong asal Amerika yang sedang berbulan madu. Stephen dan Erica, yang mengaku sudah tiga hari berada di Lake Kenyir Resort and Spa. Tak hentinya mereka memuji keindahan danau kenyir yang bisa dinikmati langsung dari kamar bulan madu mereka. Selain panorama alamnya yang seolah tak habis dibicarakan, keduanya mengaku akan kembali lagi untuk bulan madu kedua. “Tempatnya sangat cocok untuk berbulan madu, seolah dunia hanya milik kami berdua di sini. Kamar yang berjauhan dengan tetangga, hingga pemandangan di pagi harinya,” ujar Erica yang gemar menjelajahi alam.

Setelah melepas lelah semalaman, para peserta mengunjungi beberapa lokasi wisata yang menjadi andalan seperti Elephant Village, dimana pengunjung dapat menjalani trek tempat para gajah hidup dan bermain. Beberapa jembatan gantung di tengah hutan seolah menambah kesan alami tempat yang didesain sedemikian rupa ini. Sambil menjalani jembatan gantung, para gajah terlihat sedang bermain-main di bawahnya. Setelah di ujung jembatan gantung terakhir, pengunjung dapat menikmati pertunjukan dari para gajah terlatih ini. Misalnya, memainkan bambu, sampai menyapa pengunjung yang datang.

Salah satu trek menuju elephant village yang terdiri dari sekitar 7 jembatan gantung, di bawahnya terdapat pemukiman para gajah.
Salah satu trek menuju elephant village yang terdiri dari sekitar 7 jembatan gantung, di bawahnya terdapat pemukiman para gajah.

Satu hal yang menarik hati saya, komentator yang menjalankan acara ini berkali-kali menyemangati pengunjung untuk ikut melestarikan gajah yang sampai saat ini mulai berkurang habitatnya. Dimana ketika kami menonton pertunjukan gajah beberapa rombongan anak-anak sekolah dasar juga ikut bersama kami. Anak-anak sekolah itu selain diajak menikmati pertunjukan gajah juga mendapatkan pengetahuan dan semangat untuk melestarikan lingkungan. Tak lupa, saya juga berkenalan dengan salah satu gajah kecil di sana, berfoto dengan gajah tentunya menjadi kewajiban sebagai salah satu kenang-kenangan.

seorang peserta east coast trail 2014 dari Negara Vietnam yang berfoto bersama gajah seusai pertunjukan.
seorang peserta east coast trail 2014 dari Negara Vietnam yang berfoto bersama gajah seusai pertunjukan.

Menonton pertunjukan gajah tentunya bukan satu-satunya alasan untuk datang ke Elephant Village. Melihat para gajah ini mandi juga menjadi pertunjukan yang cukup unik. Penonton dapat langsung melihat para gajah mandi di sisi sungai. Seolah menyatu dengan gajah, sesekali penonton di pinggir sungai bisa terkena air siraman si gajah. Usil juga para gajah ini.

Setelah Elephant Village, para peserta kembali dibagi menjadi dua grup untuk menentukan tempat pilihan berwisata. Pertama Bewah Cave, Kedua Kelah Sanctuary. Saya memilih perjalanan Kelah Sanctuary untuk bermain-main dengan ikan kelah yang terkenal sangat mahal itu. Kenapa sangat mahal? Ternyata ikan kelah termasuk yang dilindungi di daerah ini. Kalaupun ada penjual ikan kelah, harganya bisa mencapai ratusan ribu rupiah per kilogram. Hmm…

Rute berjalan kaki menuju Kelah Sanctuary
Rute berjalan kaki menuju Kelah Sanctuary

Perjalanan ke Kelah Sanctuary ini harus menggunakan kapal kecil berpenumpang sekitar 7 sampai 8 orang. Kapal berjalan menyusuri danau kenyir selama kurang lebih satu jam. Lumayan lama sih, namun perjalanan dapat dinikmati dengan memandang panorama indah di sekitar danau sehingga satu jam tidak terasa lama bahkan mungkin kurang. Sesampainya di pelabuhankecil menuju lokasi ikan kelah, para peserta harus berjalan menuju ke dalam hutan tempat sungai berisi ikan kelah. Bagi para pecinta alam, perjalanan ini adalah surga. Bertapa tidak, selama perjalanan dengan berjalan kaki ini , kita akan menikmati hutan yang masih asri dan pepohonan yang sejuk di sepanjang sungai.

Peserta asal Jakarta yang sedang bermain dengan Ikan Kelah
Peserta asal Jakarta yang sedang bermain dengan Ikan Kelah

Dunia-Melancong---Tasik-Kenyir-2

Dunia-Melancong---Tasik-Kenyir-4

Peserta asal Cambodia yang sedang mencoba menangkap ikan kelah dengan tangan
Peserta asal Cambodia yang sedang mencoba menangkap ikan kelah dengan tangan

Dan benar saja, Kelah Sanctuary yang berada di salah satu ujung sungai adalah tempat bersantai yang sangat indah. Di ujung sungai adalah tempat bersantai yang sangat indah. Di ujung sungai ini terdapat ribuan ikan kelah yang bermain-main dengan para wisatawan. Para peserta Asian East Coast Trail 2014 langsung terjun ke sungai membagi-bagikan makanan ikan yang sudah dibawa sejak awal perjalanan. Langsung saja, ribuan ikan kelah mengelilingi kaki berebut makanan yang diberikan. Bahkan, beberapa wisatawan tak canggung lagi langsung merendam seluruh badan sambil berenang bersama ikan kelah. Benar-benar menyenangkan. (Teks dan Foto : Fika Rahma)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *